I’m not getting old, I’m getting better
Saya ingat betul, sejak kecil akan selalu ada dua hari dalam
setahun yang selalu saya nanti-nantikan. Yang pertama adalah hari lebaran dan
yang kedua adalah hari ulang tahun saya: Tanggal 29 Mei.
Menjelang hari ulang tahun, biasanya saya akan menerka-nerka
tentang bagaimana hari itu akan berlalu. Tentang kejutan-kejutan, doa-doa, kue ulang
tahun, nyanyian , dan perayaan. Hari ini saya berumur 22. Apa yang saya
harapkan beberapa hari yang lalu? Berbeda dengan 21 tahun yang sudah berlalu. Kali
ini saya tidak mengharapkan banyak. Sama sekali tidak. Saya hanya berharap kepada
diri saya sendiri agar menjelang umur saya yang ke-22 saya bisa menunjukkan
kemampuan terbaik saya untuk hidup saya kedepan, saat menjalani umur ke-22, 23,
24, dan seterusnya.
Dan hari ini, I make my own happines. Karena hari ini saya
pikir hanya diri saya yang dapat saya andalkan. Tiga hari lagi adalah deadline
pengumpulan tugas akhir untuk syarat gelar sarjana saya. Sama seperti saya,
teman-teman dekatpun turut sibuk mengejar deadline, mengumpulkan segala daya
dan upaya untuk merangkai masa depan masing-masing. Sementara keluarga dan sanak saudara, mereka ada di kampung halaman ribuan kilo meter dari saya. Maka dari itu. Hari ini
tidak ada kejutan, tidak ada kue ulang tahun. Hanya diri saya bersama doa-doa
yang dikirimkan ke langit oleh orang-orang tersayang yang ada di mana-mana.
Seraya saya merampungkan skripsi saya, diiringi pula dengan doa-doa dari
berbagai arah untuk kesuksesan saya, cita-cita saya, dan berkah umur saya.
Betapa saya merasa sangat bersyukur untuk hari ini. Meski tanpa
angan-angan duniawi yang biasanya saya bayangkan, hari ini telah mencatat
sebuah sejarah yang tidak akan saya lupakan. Sama sekali tidak terasa menyedihkan,
namun berisi sebuah dorongan yang menguatkan. Saya akan mengingat hari ini,
ketika orang-orang mendoakan saya umur panjang maka semoga seluruh langit
mengaminkan. Sehingga suatu hari di masa depan, saya akan benar-benar menuai 22
tahun perjuangan saya. Saya akan menemui kebahagiaan yang hakiki, dengan wujud
diri saya yang terbaik di mata Allah.
Salah satu sahabat saya malam ini berkata tentang hari ini: “The
birthday when you’re struggling for your future” and yes, saya berjuang hari
ini maka saya akan melihat hasil perjuangan saya besok-besok. Karena hasil
tidak pernah mengkhianati proses.
Terima kasih kepada sahabat, keluarga, dan semuanya yang
sudah mengirimkan doa terbaik untuk saya. Karena bahagia tidak untuk satu hari
saja. Maka dengan penuh rasa syukur atas kehidupan terbaik saya selama 22 tahun
terakhir, saya berjanji kepada diri saya. Hari ini saya bukan bertambah tua
saja, tapi menjadi pribadi yang lebih baik di mata Allah. Sehingga dipertemukan
pula dengan janji Allah tentang lelaki yang baik di mata-Nya.
Semoga Allah melimpahkan segala berkahnya untuk hambahnya
yang bersyukur. Aamiin.
Komentar
Posting Komentar