Surat Untuk Ibunda: Selamat Hari Ibu
Untuk ibunda di rumah,
Di
tanah perantauan yang jauhnya ribuan kilo meter darimu ibunda, izinkan ananda
mengirimkan sepucuk salam penuh rindu kepada ibunda di rumah. Barangkali
rangkaian kata yang akan aku sampaikan ini tidak akan cukup untuk menceritakan
bagaimana engkau mencintaiku sepanjang denyut nadimu. Kalimat-kalimat terima kasihku
juga nampaknya tidak layak untuk membalas segala yang engkau berikan dalam
hidupku. Namun dalam seuntai surat sederhana ini, aku ingin ibunda tahu bahwa
tidak pernah aku menemui orang lain yang lebih mencintaiku dari pada dirinya
sendiri kecuali ibunda.
Ibunda,
entah sudah berkali-kali yang tidak terhitung engkau selalu menjadi orang
pertama yang mengerti dan melindungiku, entah sudah berapa banyak malam yang
engkau habiskan untuk tidak tidur demi merawatku ketika sakit, dan entah sudah
berapa lama engkau habiskan waktunmu untuk menjaga dan merencanakan hidupku.
Ibunda,
Terima kasih telah menjadi penasehat, penjaga, dan sahabatku. Aku masih
mengingat bagaimana sibuknya engkau ketika mempersiapakan aku
masuk sekolah, bagaimana engkau sering memberikan sepotong ayam di piringmu
untukku lalu kau tidak memakan apa-apa lagi. Aku juga masih mengingat dengan
jelas hangat pelukanmu setiap menyambut kedatanganku di bandara Samratulangi
saat musim liburan tiba.
Ibunda,
kadang kala kita berdebat untuk hal-hal kecil karena sifatku yang masih
kekanak-kanakan. Kau juga tak jarang mengomeliku untuk kewajiban yang aku
abaikan. Akan tetapi bau pakaianmu selalu menjadi obat bagi rinduku. Aku selalu
menantikan teleponku berdering dengan namamu tertera di layarnya. Menantikan
celotehan kita tentang banyak hal selama berjam-jam, atau kau kadang hanya
sekedar menanyakan kabarku. Aku tahu kau rindu, namun berkali-kali kau
menguatkanku dan memilih menahan rindumu. Maafkan aku untuk segala khilaf,
bentakkan, maupun sifatku yang pernah
melukai hatimu. Terima kasih untuk kesabaran tiada batas dalam membesarkan aku.
Terima kasih untuk selalu mempercayaiku.
Ibunda,
engkau bukan perempuan sempurna. Tapi aku tahu kau selalu berbuat yang terbaik
untukku. Tanpa doa, ikhlas, dan restumu, aku tidak akan berada di sini,
menggapai mimpiku dan membanggakanmu. Barangkali rangkaian kalimat ini
memang pendek dan tidak sebanding dengan apa yang kau berikan padaku. Tapi
izinkn aku mengatakannya untukmu. Terima kasih atas segalanya, maafkan segala
salahku, aku selalu mencintaimu.
Ibunda,
di penghujung rangkaian dalam lembaran kertas ini, aku juga ingin kau tahu:
Jika aku dilahirkan lagi dan boleh memilih dari rahim siapa aku akan
dilahirkan, maka aku akan tetap memilih keluar dari rahimmu. Aku akan tetap
memilih menjadi anakmu.
Depok, 22 Desember 2015
Selamat
Hari Ibu
Salam
rindu, Ananda Mimiyanti
Komentar
Posting Komentar