Postingan

Carut-Marut dalam Masa Kampanye Pilwako KK 2018

Sebelum anda semua membaca paragraf selanjutnya dari tulisan ini, perlu saya tegaskan dulu bahwa saya cuma anak kemarin sore yang tidak lebih banyak dari anda pengetahuannya dan hanya ingin menyampaikan opini saya. Saya bukan simpatisan kedua pasangan calon, karena jika diminta untuk berdiri pasang badan kepada salah satu diantara pasangan calon ini saya rasa saya memang tidak bisa. Keduanya sama-sama pernah duduk bertatap muka dan berdiskusi dengan saya dan sama-sama pernah berjasa dalam hidup saya. Bapak Jainudin Damopolii merupakan salah satu narasumber dalam skripsi saya dan menjadi titik pembuka penelitian saya mengenai PPBMR. Ibu Tatong Bara telah memberikan dukungan penuh bahkan menyempatkan hadir dalam malam grand final saat saya mengikuti Pemilihan Duta Muda ASEAN Indonesia 2017 disaat peserta lain tidak dihadiri oleh kepala daerahnya. Secara pribadi saya sangat berterima kasih kepada keduanya dan secara pribadi saya menghormati baik Tatong Bara maupun Jainudin Domopolii. Sec...

TAKE ME BACK TO NEGERI GINSENG

Gambar
(Part 2) Hai Chingudeul... Akhirnya bisa luangin waktu (Yang sok sibuk ini) buat lanjutin tulisan pengalaman ke Korea. Tadinya mau nulis sekalian sama edisi   ada oppa-oppa, tapi sepertinya hal tersebut harus dikupas sendiri karena bakal cukup panjang hahaha. Jadinya mau cerita dulu nih kegiatan di Hanok Village dan Korea University. Ada enaknya juga sih baru nulis sekarang, karena sembari memanggil memori baik yang pernah saya alami. Nah, jadi di pagi hari yang masih super dingin (tapi tetap gak turun salju) kami bergegas menuju Bukchon Hanok Village yang merupakan desa rumah tradisional Korea   di wilayah Bukchon. Kawasan desa tradisional ini sangat menarik karena rumah-rumah tradisional yang ada merupakan peninggalan bangsawan era Dinasti Joseon dan masih terawat meskipun terletak di tengah kota modern yang sudah mengalami perkembangan. Selain itu, Hanok Village ini juga merupakan perkampungan yang dihuni oleh masyarakat (Bukan sekedar rumah kosong). Tapi ada beberapa...

Balairung UI empat tahun kemudian... (Graduation day)

Gambar
“Saya memulainya dengan bangga dan bahagia, maka saya akan mengakhirinya dengan lebih bangga dan bahagia” -2012     Sepenggal kalimat di atas adalah janji saya empat tahun lalu kepada diri saya sendiri, Ketika rasa har u meng uasai d iri saya saat mengikuti penyambutan mahasiswa baru Universitas Indonesia tahun 2012. Saat itu umur saya 18 dan selama 18 tahun saya hidup sebagai putri dari keluarga sederhana di desa Kopandakan 1, Bolaang Mongondow. Tidak pernah terbayangkan bahwa saya akan duduk di Balairung UI sebagai mahasiswa baru Universitas Indonesia, tempat yang sama yang pernah di datangi presiden Amerika Serikat Barack Obama pada tahun 2010. Serta tempat yang sama yang pernah di datangi tokoh-tokoh hebat lainnya. Jujur saja, ketika akan lulus dari MAN Insan Cendekia Gorontalo dan mengatakan saya akan mendaftar jalur SNMPTN undangan (Tanpa tes) di Universitas Indonesia. Kedua orang tua saya membiarkan saya mendaftar, namun tentunya saya sadar bahwa kemampuan ...