Kopandakan 1: Kotanobanku
untuk saya, kamu, dan kita yang sedang merindu “Kepada tempat itu, yang telah menjadi saksi saya tumbuh hingga ia membiarkan saya sedikit meninggalkannya untuk sementara. Kepada tempat itu, yang kini saya tujukan pucuk demi pucuk kerinduan akan aroma kampung halaman. Kepada tempat itu,yang saya ikrarkan sebuah janji untuk pulang suatu hari nanti. Kepada tempat itu, yang bernama desa Kopandakan 1...” Bagi orang lain, tempat itu mungkin hanyalah sebuah desa dengan namanya agar manusia bisa menyebutkan titik tempat ia berdiri, atau tempat ia singgah, atau tempat ia menetap, atau tempat ia lahir, atau bahkan tempat ia hidup sepanjang hayatnya. Tapi bagi saya—atau bagi kami mungkin—orang-orang yang terpaksa harus menuntut ilmu ditanah orang lain, tempat itu tidak sebatas nama yang bisa kami sebutkan, melainkan menjadi tempat rindu kami bermuara. Kopandakan 1. Kami yang disebut ‘maha...